BPPW NTB MELAKSANAKAN PELATIHAN PKM/PEMDA SEBAGAI UPAYA
KEBERLANJUTAN
Dalam rangka melaksanakan
Program Kotaku tahun 2023, peningkatan kapasitas merupakan salah satu komponen
penting, sehingga diharapkan semua pelaku baik Pemerintah Daerah dan masyarakat
memiliki kapasitas yang baik untuk mencapai tujuan program. Untuk menyiapkan
keberlanjutan penataan permukiman maka perlu diadakan Peningkatan Kapasitas Masyarakat
(PKM) dan Pemerintah Daerah melalui kegiatan workshop pengelolaan pasca
program. Melalui kegiatan ini diharapkan Pemerintah Kota dapat menyiapkan dan
memperkuat kelembagaan BKM, pengelolaan dan pemeliharaan kegiatan infrastruktur
yang telah terbangun, pengelolaan aset kegiatan skala kawasan, penguatan Pokja
PKP dan lainnya. Maka dari itu, telah dilakukan kegiatan pelatihan Peningkatan Kapasitas
Masyarakat (PKM) dan Pemerintah Daerah selama 4 hari dimulai sejak Senin
(29/05/2023) sampai dengan Kamis (01/06/2023) yang bertempat di Hotel Lombok
Raya, Mataram. Pelatihan ini dilaksanakan oleh BPPW NTB melalui panitia bersama
dengan melibatkan tim Kotaku Mataram. Adapun peserta dalam pelatihan ini yaitu
dari unsur Pokja PKP, Forum PKP, Forum BKM, Pengurus KPP, Perguruan Tinggi,
Kalangan Swasta, Kelompok Peduli, BPPW NTB hingga Tim Korkot Kotaku Mataram. Dalam
kegiatan pelatihan ini turut menghadirkan narasumber dengan 5 tema materi yang
disampaikan, yakni Pelaksanaan Kegiatan Operasional dan Pemeliharaan, Pembinaan
BKM, Roadmap Penanganan Kumuh Kota Mataram 2017-2022 dan Rencana Aksi
Penanganan Kumuh Kota Mataram Tahun 2023-2024, Transformasi UPK Menjadi
Koperasi, dan Pengelolaan Sampah. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam bentuk
workshop yang dilaksanakan di dalam ruangan maupun diskusi pengamatan hasil
kunjungan lapangan.


Pelatihan PKM/Pemda dibuka oleh
Kepala BPPW NTB Sri Rejeki yang didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan
Kota Mataram M. Nazaruddin Fikri. Dalam sambutannya Kepala BPPW NTB Ika Sri
Rejeki beserta jajaran. Dalam sambutannya Ika menyampaikan harapannya agar
Peserta Pelatihan PKM/pemda ini dapat mengikuti pelatihan hingga selesai,
berjalan lancar dan menghasilkan rumusan dalam upaya penanganan kumuh. “Dengan
adanya workshop ini, harapan kita agar program Kotaku masih tetap berlanjut,
Pemda sebagai nakhoda perlu bekerja keras untuk penanganan kumuh tentunya
dengan berkolaborasi melibatkan berbagai pihak “ pungkas Ika Sri Rejeki. Adapun
materi di hari pertama membahas Pelaksanaan Kegiatan Operasional dan
Pemeliharaan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Kota
Mataram M. Nazaruddin Fikri. Melalui materi ini diharapkan masyarakat atau Pemda
dapat melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan untuk kegiatan
infrastruktur yang telah dibangun Kementerian PUPR khususnya melalui Program
Kotaku terutama kegiatan skala Kawasan. Kegiatan operasi dan pemeliharaan
disesuaikan dengan karakteristik Kawasan (dapat berupa Herritage, pariwisata,
livelihood, konservasi atau lainnya) dan jenis infrastruktur yang dibangunnya.
Kegiatan operasinal dan pemeliharaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,
selain itu juga mencakup kelembagaan, pendanaan, rencana kegiatan maupun
penguatan masyarakat pemanfaat dan pemelihara infrastruktur yang terbangun.
Dilanjutkan dengan pembahasan materi kedua oleh Camat Ampenan Muzakkir Walad
yang membahas mengenai Pembinaan BKM. Dari penyampaian materi ini tentunya
diharapkan masyarakat atau Pemda yang dalam hal ini sebagai peserta pelatihan
dapat melanjutkan pembinaan BKM sebagai organisasi yang telah dibina Program
Kotaku dalam hal keberlanjutan penanganan kumuh. Pembinaan BKM antara lain
mencakup kelembagaan, OPD pembina, rencana pembinaan dan pendampingan dan juga pendanaan.



Selanjutnya kegiatan pelatihan
di hari kedua dilaksanakan dengan kunjungan lapangan dengan dua lokasi yang
menjadi sasaran yaitu lokasi skala lingkungan di Kelurahan Kebun Sari Kecamatan
Ampenan maupun lokasi skala kawasan Pasca Bencana di Kelurahan Bertais
Kecamatan Sandubaya yang menjadi lokasi best
practice di Kota Mataram. Kunjungan lapangan yang pertama menuju Kelurahan
Kebun Sari, dalam prosesnya peserta melakukan pengamatan terhadap kondisi
infrastruktur DFAT tahun 2021 dan kolaborasi rehab rumah PT. SMF tahun 2022-2023
yang telah terbangun, kemudian dilanjutkan dengan melakukan diskusi untuk
mengetahui operasional dan pemeliharaan yang telah dilakukan maupun kondisi
kelembagaan BKM dan KPP di Kelurahan Kebun Sari. Kunjungan lapangan kedua
menuju lokasi kegiatan skala Kawasan Pasca Bencana di Kelurahan Bertais, dengan
pola yang sama peserta melakukan peninjauan infrastruktur yang terbangun serta
berdiskusi dengan BKM dan KPP. Hasil diskusi kunjungan lapangan dibawa ke ruang
kelas untuk menjadi pembahasan oleh peserta dalam diskusi desk untuk
menghasilkan rekomendasi yang tertuang dalam rencana kerja tindak lanjut.
Materi di hari ketiga membahas Roadmap Penanganan Kumuh Kota Mataram 2017-2022
dan Rencana Aksi Penanganan Kumuh Kota Mataram Tahun 2023-2024 yang disampaikan
oleh Kabid Fispra Bappeda Kota Mataram Lalu Bramantio Ganeru. Melalui
pembahasan materi ini diberikan gambaran capaian penanganan permukiman kumuh
maupun rencana aksi penanganan kumuh sebagai upaya Pemda dalam mengoptimalkan
keberlanjutan program. Materi selanjutnya tak kalah menarik yaitu mengenai
Transformasi UPK Menjadi Koperasi yang dibawakan oleh Kepala Bidang Pembinaan
Koperasi Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Mataram Eka Wardana.
Pembahasan materi ini tidak terlepas pada praktik baik pengembangan dana
bergulir melalui UPK Kelurahan Pagutan yang hingga saat ini masih berjalan
dengan nilai aset lebih dari 1 miliar, sehingga diharapkan ke depan dapat
menjadi koperasi yang terus dibina oleh Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas. Melalui
kesempatan yang diberikan, Eka Wardana juga mengulas apa itu koperasi, seperti
apa syarat dan ketentuan membentuk koparasi, kondisi perkoperasian yang ada di
Mataram dan contoh-contoh baik koperasi yang berkembang dan eksis dalam
menjalankan kegiatannya. Materi kelima tak lepas dari persoalan sampah yang
belum selesai penanganannya sehingga narasumber yang menyampaikan materi Kabid
Pengendali Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram menekankan
upaya dan langkah yang dapat dilakukan dalam mengurangi volume sampah,
penyadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan sampah dan manfaat yang
didapatkan dengan mengolah sampah dari rumah. Seluruh materi disampaikan oleh
narasumber dengan jelas dan dapat diterima dan dipahami oleh peserta, hal ini
terlihat dari diskusi tanya jawab dan rekomendasi yang dihasilkan.



Pelatihan ditutup oleh Kepala Dinas
Perumahan dan Kawasan Kota Mataram M. Nazaruddin Fikri diawali dengan
penyampaian pesan dan kesan oleh perwakilan narasumber dan peserta. Disamping
itu dilakukan juga penandatangan Berita Acara Pelaksanaan Pelatihan PKM/Pemda
yang disertai Rencana Kerja Tindak Lanjut sebagai bagian dari hasil pelaksanaan
pelatihan. Dalam sambutannya, M. Nazaruddin Fikri berharap agar ada rumusan
yang jelas dalam melakukan strategi pelaksanaan operasional dan pemeliharaan
maupun upaya pembinaan BKM. Tak lupa Fikri juga menyampaikan rasa bangga dan
terima kasih yang tak terhingga atas apa yang telah dilakukan oleh Program
Kotaku. Dengan menyisakan kumuh 75,71 Hektar tentunya akan menjadi pekerjaan
yang harus dituntaskan menjadi nol hektar oleh Pemerintah Kota Mataram. “Kita
berharap Program Kotaku tetap dilanjutkan, namun bagaimanapun ke depan dengan
peninggalan Kotaku melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kita optimis dapat
menuntaskan sisa kumuh dan melakukan pencegahan kumuh baru” pungkasnya.
Kuncinya tentu Pemda sebagai nakhoda dan kolaborasi harga mati semoga terwujud.
Penulis : Rizal Nopiandi, ST
Jabatan/Posisi : Askot Safeguard Tim Korkot 1 Mataram