SERAH TERIMA PROGRAM PERBAIKAN RUMAH KOLABORASI PT SMF DISAMBUT MERIAH OLEH WARGA KEBUN SARI
Kelurahan Kebun
Sari patut menjadi kelurahan percontohan di Kota Mataram jika melihat apa yang
telah dilakukan dalam menata permukiman dan perumahan warganya. Setelah
mendapat penghargaan sebagai Kelurahan Terbaik se-Indonesia dalam pelaksanaan
infrastruktur permukiman DFAT (Departement
of Foreign and Trade) Australia melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU),
Kelurahan Kebun Sari juga mendapatkan dana kolaborasi dalam program peningkatan
kualitas dan pembangunan baru rumah tidak layak huni dari PT Sarana Multigriya
Finansial (SMF). Kegiatan
peningkatan kualitas rumah dan/atau pembangunan baru rumah diselenggarakan
untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan permukiman kumuh dengan
kegiatan memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi layak huni atau kegiatan
pembangunan rumah baru layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
yang dilaksanakan melalui swakelola oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM)
melalui pelaksana kegiatan yang dibentuk yaitu Kelompok Swadaya Masyarakat
(KSM). PT SMF membagi kegiatan yang
terkait dengan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ke dalam tiga bidang yaitu
bidang Sosial, bidang pengembangan rumah Homestay untuk mendukung sektor
pariwisata, dan bidang peningkatan kualitas rumah menjadi layak huni untuk
penanganan pemukiman kumuh di perkotaan yang berkolaborasi dengan program Kota
Tanpa Kumuh dari Kementerian PUPR.
Selain itu PT SMF melakukan koordinasi dengan Kementerian Koordinator
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam upaya penanganan Kemiskinan Ekstrim di
Indonesia. Program peningkatan kualitas rumah menjadi layak huni PT SMF juga
mendukung program Sustainibility Develoment Goals atau SDG’s yang dicanangkan
pemerintah sejak tahun 2015, terutama terkait dengan pilar pembangunan
lingkungan dengan tujuan ke 6 pada SDG’s yaitu penyediaan air bersih dan
sanitasi layak, dan tujuan ke 11 yaitu membangun kota dan pemukiman yang
berkelanjutan



Hari ini, Rabu (12/07/2023)
dilaksanakan acara peresmian dan serah terima hasil peningkatan kualitas rumah
menjadi layak huni yang diinisiasi oleh PT SMF. Hadir dalam peresmian ini,
Walikota Mataram, Sekda Kota Mataram, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Direktorat
PKP yang diwakili oleh Kasubdit PKP Wilayah 3, Direktur PT SMF dan jajaran, KPKNL
Mataram, BPPW NTB, BP2P NT1, Kadis Perkim Kota Mataram, Jajaran SKPD Kota
Mataram, Eks Tim Kotaku, Camat Ampenan, Lurah Kebun Sari dan undangan lainnya
yang berbaur dengan penerima manfaat dan warga Kelurahan Kebun Sari turut
memeriakan acara. Sedikitnya 300 orang termasuk warga sekitar turut menghadiri
acara tersebut dan disambut meriah oleh warga Kelurahan Kebun Sari. Total ada
22 unit rumah yang dilakukan peningkatan kualitas rumah menjadi layak huni melalui
kolaborasi PT SMF dengan pagu dana 1,5 Milyar yang dilaksanakan sejak Nopember
2022 dan selesai pada April 2023. Dalam sambutannya, Kasubdit PKP Wilayah 3
Herman Tobo menekankan peran Pemda sebagai nakhoda untuk dapat melanjutkan
penanganan kumuh yang masih tersisa di Kota Mataram. Disamping melalui pendanaan
APBN maupun APBD, perlu juga ditingkatkan kolaborasi dengan multipihak agar apa
yang menjadi tujuan pembangunan di Kota Mataram dapat terwujud. “Melalui
Program Kotaku, investasi yang telah masuk di Kota Mataram sebesar 77 Milyar untuk
melakukan penataan kawasan permukiman sejak tahun 2016 baik dari kegiatan skala
lingkungan maupun sekala kawasan, sehingga aset infrastruktur yang ada perlu
dipelihara dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat penerima manfaat”
tandasnya. Di lain kesempatan Direktur Keuangan dan Operasional PT SMF Bonai
Subiakto menyampaikan bahwa Kota Mataram menjadi Kota/Kabupaten yang ke-16 di
seluruh Indonesia yang menjadi sasaran lokasi program PT SMF. “Kerja sama
dengan PT SMF yang merupakan BUMN binaan Kementerian Keuangan tentunya
merupakan kolaborasi yang mendukung program
Sustainibility Develoment Goals atau SDG’s, terutama terkait dengan pilar pembangunan
lingkungan dengan tujuan ke 11 yaitu membangun kota dan pemukiman yang
berkelanjutan” Pungkas Bonai dalam sambutannya. Selanjutnya Walikota Mataram H. Mohan
Roliskana mengapresiasi program perbaikan rumah yang telah dilaksanakan melalui
kolaborasi dengan PT SMF “Apa yang telah dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui
Program Kotaku maupun kolaborasi melalui PT SMF tentunya dalam rangka mengurangi
kumuh di Kota Mataram dan menjadi komitmen kita bersama untuk menuntaskan sisa
kumuh 24 Hektar hingga tahun 2024, perlu terus kita kawal untuk dilajutkan di
beberapa wilayah yang perlu dilakukan intervensi ” timpal Mohan dalam
sambutannya. Tak lupa Mohan berpesan kepada penerima manfaat agar dapat memelihara
rumahnya dan termanfaatkan dengan baik.. Tentunya warga yang mendapatkan
bantuan perbaikan rumah sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak
yang telah mewujudkan mimpi mereka memiliki rumah yang layak menjadi kenyataan.
Seperti yang disampaikan oleh M. Paruki warga RT 02 Lingkungan Kebun Bawak
Nurul Yakin “Kami bersyukur, tempat tinggal kami kini menjadi lebih baik dan
layak, terima kasih kepada PT SMF, pemerintah dan semua pihak yang telah
membantu” pungkasnya




Selanjutnya Walikota Mataram
beserta seluruh undangan meninjau dan melihat dari dekat kondisi rumah yang
telah dilakukan perbaikan. Jika melihat dari kualitas dan hasil pembanguan
rumahnya, tentu sangat memuaskan, karena dengan dana yang disediakan tentunya
tanpa dukungan swadaya dari pemilik rumah, tidak akan cukup untuk membangun
rumah yang strukturnya ramah gempa dan finishing
yang tak kalah dengan rumah yang dibangun oleh pengembang. Tidak hanya itu, di
kawasan permukiman yang sebelumnya juga dilakukan perbaikan infrastruktur
lingkungan melalui DFAT Program Kotaku, Walikota Mataram turut mengapresiasi
hasil penataan lingkungan yang telah terbangun hingga kini masih bagus dan
terpelihara. Memang pantas Kelurahan Kebun Sari ini dijadikan sebagai Kelurahan
Percontohan, karena upaya peningkatan kualitas permukiman dan perumahan yang telah
dilakukan oleh BKM bersama pihak Kelurahan telah tampak nyata di sini dengan
berbagai pendanaan, baik itu APBD, dana Aspirasi, program Kotaku maupun
kolaborasi PT SMF sebagai masterpiece
yang dapat direplikasi untuk Kelurahan lainnya di masa yang akan datang.
Tentunya hal itu tidak mungkin terwujud tanpa adanya peran serta masyarakat,
dukungan pemerintah dan pelibatan berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan
upaya peningkatan kualitas permukiman maupun perumahan sebagai wujud nyata kolaborasi
yang sesungguhnya.



Penulis : Rizal Nopiandi, ST (Eks Tim
Kotaku Mataram)